Rabu, 09 November 2011

LAPORAN PRAKTIKUM PRODUKSI TANAMAN INDUSTRI PEMBUATAN LOBANG TANAM DAN PERSIAPAN TANAM

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Lubang tanam merupakan salah satu syarat yang perlu dilakukan dalam usaha penanaman atau budidaya tanaman perkebunan yang baik. Hal sama-sama bias dimengerti sebab tanaman tahunan biasanya memiliki perakaran yang sukup dalam dan cukup luas.
Pembuatan lubang tanam dapat dipandang salah satu bentuk pengelolaan tanah dalam skala kecil. Lubang tanam sebaiknya dibuat 2-6 bulan sebelum saat tanam tiba. Selama menunggu saat tanam, tanah galian akan mengalami sifat-sifat fisik dan kimia tanah, sebagai hasil adanya pengaruh iklim. Dalam pembuatan lobang tanam hendaknya mempunyai ukuran yang optimal yang disesuaikan dengan sifat tanah dan jenis bibrt yang akan diatanam. Pada lahan yang gtembur dan subur ukuran lobang tanam digunakan 60 x 60 x 60 cm, sedangkan lahan yang berat dan atau lahan kurang subur lubang tanam dapat digunakan 80 x 80 x 100 cm atau 100 x 100 x 100 cm. lubang tanam dibuat sedemikian rupa sehingga latak ajir tepat di tengah –tengah lubang tanam. Sewaktu menggali lubang ada yang berpendapat bahwa tanah galian bagian bawah dan bagian atas dipisahkan dan ada juga yang berpendapat tanah galian tersebut tidak perlu dipisahkan.
Lubang tanam selain memberikan manfaat tumbuh, berkembangnya perakaran tanaman pokok, juga mempermudahkan perawatan tanaman serta menjaga konservasi lahan, karena pembuatan lubang tanam biasanya disesuiakan dengan kontur lahan dan jarak tanam.

1.2. Tujuan Praktikum
Untuk memberikan pengertian secara langsung pada praktikan dilapangan sehingga mampu mengindentifikasi dan memecahkan masalah dan menerapkan secara praktis dan benar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Bentuk dan ukuran lobang tanam perlu diketahui oleh setiap petani.dalam usaha tani, lubang tanam termasuk bagian yang menentukan hidup/tidaknya bibit setelah tanam. Pembuatan lubang tanam yang dilakukan secara sembarangan akan memperbesar resiko kematian bibit, karena tanaman perkebunan termasuk tanaman yang sensitive dan peka terhadap perlakuan ceroboh. Lubang tanam untuk bibit asal perkembangbiakan vegetatif (stek) memiliki ukuran yang berbeda dengan lubang tanam untuk bibit yang berasal dari perkembangbiakan generatif (biji) (Sarpian, 2003).
Pembuatan lobang tanam dapat dilakukan satu minggu sebelum penanaman. Pembuatan lobang tanam lebih dari satu minggu akan memungkin tertimbunnya kembali sebagian lubang tanam yang sudah digali dengan tanah yang berada disekitar galian lubang itu sendiri. Hal ini dapat mengurangi produktivitas tenaga kerja penanaman bibit, karena tenaga kerja harus mengulang kembali penggalian lubang yang tertimbun. Begitu juga sebaliknya, penggalian lubang tanam yang terlalu cepat atau kurang dari satu minggu juga tidak dianjurkan karena semakin kecil persiapan untuk mengontrol kebenaran ukuran dan posisi lubang. Pembuatan lubang tanam berbeda untuk tanah mineral dengan tanah gambut (Fauzi dkk., 1997).
Lubang tanam merupakan salah satu syarat yang perlu dilakukan dalam usaha penanaman atau budidaya tanaman perkebunan yang baik. Hal sama-sama bias dimengerti sebab tanaman tahunan biasanya memiliki perakaran yang sukup dalam dan cukup luas.
Pembuatan lubang tanam pada tanah mineral digali secara manual dengan menggunakan cangkul, dimana anak pancang digunakan sebagai titik tengah dari lubang tersebut. Pembuatan lubang tanam pada tanh mineral, baik diareal datar pada teras individu maupun pada teras bersambung, hanya dibuat satu lubang tanam (tunggal). Tanah galian lubang bagian atas (top soil) diletakan disebelah anak pancang tanaman, sedangkan tanah galian lubang bagian bawah (sub soil) diletakan disebelah kiri anak pancang. Lubang tanam selain memberikan manfaat tumbuh, berkembangnya perakaran tanaman pokok, juga mempermudahkan perawatan tanaman serta menjaga konservasi lahan, karena pembuatan lubang tanam biasanya disesuiakan dengan kontur lahan dan jarak tanam.
BAB III
METODOLOGI
3.1. Bahan dan Alat
Alat yang digunakan yaitu : cangkul, gancu, sekop, meteran, timbangan. Sedangkan bahannya adalah pupuk kandang.
3.2. Cara kerja
1) Survey lokasi, dalam hal ini mengamati keadaan lahan yang ada contohnya:
 Vegetasi tanaman yang ada pada lahan tersebut?
 Bentuk kontur bagai mana?
2) Menentukan tempat- tempat lahan yang akan dibuat lobang tanam dan sesuai jarak tanamnya.
3) Membersihkan lahan dan sekitarnya yang akan dibuat lobang tanam.
4) Menentukan ukuran lobang tanam 40 cm x 40 cm x 40 cm.
5) Memisahkan hasil galian antara lapisan tanah atas dan lapisan tanah bawah, dimana tanah lapisan atas diletakkan disebelah bkanan lobang dan disebelah kiri tanah lapisan bawah.
6) Membiarkan lobang tanam kena cahaya matahari
7) Mencampur lapisan tanah lapisan bawah dengan pupuk kandang sebanyak 10 kg dan lapisan top soil dengan pupuk kandang 5 kg diaduk sampai merata.
8) Kemudian campuran pupuk kandang dan tanah top soil dimasukkan kebagian bawah lubang dan tanah sup soil diatas dan dibiarka 2 minggu
9) Setelah 2 minggu lobang tanam digali lagi sebesar tanaman, kemudian masukkan bahan tanam kopi kemudian ditutup kembali dengan tanah sambil ditekan agar posisi kopi kuat. Setelah selesai penanaman dilakukan penyiraman dengan air secukupnya.







BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Percobaan ini dilakukan Lahan percobaan TAHURA (Taman Hutan Raya), Dari hasil percobaan yang telah dilakukan diketahui bahwa pembuatan lobang tanam merupakan salah satu syarat yang perlu dilakukan dalam usaha penanaman atau budidaya tanaman perkebunan yang baik. Hal disebabkan tanaman tahunan biasanya memiliki perakaran yang cukup dalam dan cukup luas. Pembuatan lobang tanam dalam percobaan ini dilakukan dua minggu sebelum penanaman. Pembuatan lobang tanam lebih dari dua minggu akan memungkin tertimbunnya kembali sebagian lubang tanam yang sudah digali dengan tanah yang berada disekitar galian lubang itu sendiri. Hal ini dapat mengurangi produktivitas tenaga kerja penanaman bibit, karena tenaga kerja harus mengulang kembali penggalian lubang yang tertimbun.
Bentuk dan ukuran lobang tanam perlu diketahui oleh setiap petani.dalam usaha tani, lubang tanam termasuk bagian yang menentukan hidup/tidaknya bibit setelah tanam. Pembuatan lubang tanam yang dilakukan secara sembarangan akan memperbesar resiko kematian bibit, karena tanaman perkebunan termasuk tanaman yang sensitive dan peka terhadap perlakuan ceroboh. Lubang tanam untuk bibit asal perkembangbiakan vegetatif (stek) memiliki ukuran yang berbeda dengan lubang tanam untuk bibit yang berasal dari perkembangbiakan generatif (biji) .
Pada percobaan ini tanah galian lubang bagian atas (top soil) sekitar 10 cm dari permukaan tanah dipisahkan dengan tanah galian lubang bagian bawah (sub soil). Hal ini disebabkan karena tanah bagian atas atau top soil lebih subur dibanding dengan tanah bagian bawah (sub soil).
Pembuatan lubang tanam juga merupakan salah satu bentuk pengelolaan tanah dalam skala kecil. Pembuatan lubang tanam sebelum penanaman tanah galian akan mengalami sifat-sifat fisik dan kimia tanah, sebagai hasil adanya pengaruh iklim manfaat lain dari pembuatan lubang tanam ini adalah bagian lubang tersebut akan terhindar dari organisme pengganggu karena dampak dari sinar matahari.
Dalam pembuatan lobang tanam hendaknya mempunyai ukuran yang optimal yang disesuaikan dengan sifat tanah dan jenis bibrt yang akan diatanam. Pada praktikum yang telah dilaksanakan ukuran lobang tanam yang dibuat adalah 40 cm x 40 cm x 40 cm, dengan kondisi areal agak curam tetapi sebelumnya telah dibuat teras-teras.
Persiapan tanam yang dilakukan dimana pupuk kandang dan tanah sub soil dicampurkan, kemudian dimasukkan kebagian bawah lubang dan tanah top soil diatas dan dibiarkan dua minggu. Penanaman dilakukan dua minggu lobang setelah pembuatn lobang, lobang tanam digali lagi sebesar perakaran tanaman kemudian memasukkan bahan tanam kopi kemudian ditutup kembali dengan tanah sambil ditekan agar posisi kopi kuat. Setelah selesai penanaman dilakukan penyiraman dengan air secukupnya..
Lubang tanam selain memberikan manfaat tumbuh, berkembangnya perakaran tanaman pokok, juga mempermudahkan perawatan tanaman serta menjaga konservasi lahan, karena pembuatan lubang tanam biasanya disesuaikan dengan kontur lahan dan jarak tanam.
BAB V
KESIMPULAN

Dari hasil percobaan dan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa pembuatan lobang tanam merupakan salah satu syarat yang perlu dilakukan dalam usaha penanaman atau budidaya tanaman perkebunan yang baik. Tanah top soil dipisahkan dengan tanah sub soil, karena tanah top soil lebih subur dibanding dengan tanah sub soil. Lubang tanam selain memberikan manfaat tumbuh, berkembangnya perakaran tanaman pokok, juga mempermudahkan perawatan tanaman serta menjaga konservasi lahan.


DAFTAR PUSTAKA


Prasetyo, dkk. 2011. Penuntun praktikum Budidaya Tanaman Tahunan. Laboratorium Agronomi UNIB, Bengkulu.

Danarti. 2007. Budidaya kopi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Fauzi dkk., 1997. Pengolahan lahan perkebunan. http://docs.yahoo.com/info/terms/. Download 21 mei 2011

Sarpian, 2003. Budidaya tanaman tahunan. http://infotek@pu.go.id. Download 21 mei 2011

Prasetyo, dkk. 1997. Bahan Kuliah Produksi Tanaman Perkebunan I. Fakultas Pertanian UNIB, Bengkulu.

0 comments:

Poskan Komentar