Rabu, 09 November 2011

LAPORAN PRAKTIKUM PRODUKSI TANAMAN INDUSTRI PERLAKUAN BENIH SEBELUM DIKECAMBAHKAN TERHADAP PERTUMBUHAN KECAMBAH KOPI (COFFEA CANEPHORA)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perbanyakan tanaman secara generatif adalah perbanyakan tanaman dengan mengawinkan dua individu tanaman atau bagian dari individu yang terpisah sehingga menghasilkan individu baru yang memiliki campuran sifat kedua tanaman induknya. Perbanyakan generatif biasanya dilakukan dengan spora tau benih.
Keuntungan yang diperoleh dari perbanyakan generatif adalah sebgai berikut :
1. Merupakana cara perbanyakan tanaman yang paling muirah, murah seta tidak memrlukan tenaga ahali.
2. biasanya menghasilkan tanaman yang lebih sehat, produkrif dan daya hidupnya lebih lama.
3. memungkinkan adanya perbaikan-perbaikan lewat persilangan baru
4. menghasilkan tanaman yang berakar tunggang dalam sehingga tahan terhadap bahaya kekeringan, banjir, dan tahan rebah.
Adanya keuntungan-keuntungan tersebut diatas maka beberapa jenis komuditi sesuai maksud dan tujuannya, perbanyakan tanaman secara generatif ini masih tetap dipertahankan. Sekalipun demikian keberhasilan perbanyakan generatif sangatlah dipengaruhi oleh mutu/kualitas benih.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mutu benih yaitu :
1. Kemurnian benih
Benih yang murni adalah tidak tercampur dengan varietas lain. dan homegen (tidak tercampur dengan kotoran lain)akan dapat memberikan kepastian jenis tanaman untuk yang menghasilkan dari benih tesebut, oleh karena itu secra umum benih dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
 Benih murni yaitu benih dari suatu varietas atau klon atau galur tertentu dan tidak tercampur benih/varietas/galur yang lain dimana tidak diketahui jenis dan sifatnya.
 Benih homegen yaitu benih secara fisik-mekanik tidak tercampur dengan bahan-bahan yang tidak merusak, misalnya batu kerikil, butir-butir tanah, biji-biji hampa atau rusak dan biji-biji gulma
2. Daya kecambah dan kecepatan kecambah
Daya kecambah/ tenaga tumbuh adalah daya untuk berkecambah dinyatakan dengan banyaknya biji yang berkecambah dalam jangka waktu tertentu dan dinyatakan dalam (%). Dan ini menyatakan viabilitas dari penelitian tersebut. Waktu yang diperlukan untuk berkecamabah ini ternyata berbeda-beda untuk setiap jenis tanaman. Benih kopi berkecambah setelah 4-6 minggu. Sedangkan benih kopi untuk daya kecam bah10 – 15 hari.
3. Kandungan air
Kandungan air yang terlalu banyak akan mengakibatkan benih menjadi capat mati karena kakurangan O2, bercendawan atau rusak karena serangan hama terutama jika rusak lembanganya. Sebaiknya, jika benih kekurangan air amakan ia akan sulit untuk berkecamabh. Pada dasarnya air diperlukan untuk melunakkan kulit biji, dengan lunaknya kulit biji maka air akan berpentasi kedalam biji dan selanjutnya merangsang metabolisme senyawa-senyawa organik. Oleh karena itu kadar air biji akan cukup tinggi justru akan memacu metabolisme biji sehingga biji tersebut akan menjadi tidak tahan disimpan. Olah karena itu puluhankadar air biji sangat menntukan kualitas benih suatau tanaman.

1.2. Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui cara-cara memperlakukan benih kopi selama pra-perkecambahan dan untuk melihat pengaruh perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan kecambah kopi.
Manfaat yang diharapkan
Setelah melakukan kegiatan praktikum ini diharapkan kami mengetahui cara mengekstraksi, mengatahui jenis ekstrak apa saja yang dapat digunakan untuk menghilangkan pulp pada benih kopi dan ekstraksi yang tepat untuk benih kopi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Tanaman kopi adalah suatu jenis tanaman tropis, yang dapat tumbuh dimana saja, terkecuali pada tempat-tempat yang terlalu tinggi dengan temperatur yang sangat dingin atau daerah-daerah yang tandus yang memang tidak cocok bagi kehidupan tanaman. Daerah-daerah di bumi ini yang tidak cocok untuk ditanami tanaman kopi, yaitu pada garis Lintang Utara Lautan Pasifik, daerah tropis di gurun Sahara, dan garis Lintang Selatan seluruh Lautan Pasifik serta Australia disebelah Utara dimana tanahnya sangat tandus.
Kopi (Coffea spp) adalah species tanaman berbentuk pohon yang termasuk dalam famili Rubiaceae dan genus Coffea. Tanaman ini tumbuhnya tegak, bercabang, dan bila dibiarkan tumbuh dapan mencapai tinggi 12 m. daunnya bulat telur dengan ujung agak meruncing. daun tumbuh berhadapan pada batang, cabang, dan ranting-rantingnya. Kopi mempunyai sistem percabangan yang agak berbeda dengan tanaman lain. tanaman ini mempunyai beberapa jenis cabang yang sifat dan fungsinya agak berbeda.
Daerah asal kopi Arabika adalah pegunungan Ethiopia (Afrika). Di negara asalnya kopi tersebut tumbuh baik secara alami di hutan-hutan pada dataran tinggi sekitar 1.500 - 2.000 an dpl. Dari Ethiopia kopi tersebut tersebar ke negara Arab semenjak tahun 575. Tetapi baru pada abad XV, yaitu pada tahun 1450 kopi itu menjadi minuman seperti sekarang. Kopi Arabika pertama sekali dibawa ke Jawa pada tahun 1696 oleh seorang bangsa Belanda. Tetapi sebagai tanaman perdagangan yang meyakinkan dan pertumbuhannya menjadi baik, baru pada tahun 1699. Karena terjadinya mutasi kopi Arabika, maka banyak timbul jenis kecil yang masih termasuk golongan Arabika, seperti:
1. Kopi Arabika varietas Bourbon, ciri-ciri pohon lebih pendek, cabang-cabang bagian bawah tidak menurun, melainkan agak naik dan kuat. Daun lebih besar dan daun pucuk berwarna hijau, produksinya lebih banyak.
2. Jenis Catura, berasal dari varietas Bourbon. Pohon lebih pendek, tetapi lebih subur.
3. Jenis Marago, menghendaki iklim dan tempat penanaman seperti kopi Arabika asli. Pertumbuhan tanaman cepat, buah dan bijinya besar, tetapi tidak begitu lebat.
4. Jenis Pasumah, terdapat di Sumatera. Bentuk pohon lebih kekar, dan agak tahan terhadap Hemileia vastarix dari pada jenis Arabika yang murni.

BAB III
METODELOGI

3.1. Bahan dan Alat
Benih kopi, abu dapur, abu alang-alang, abu sekam.padi/jerami padi, tanah, pasir, pupuk kandang, atap rumbia, tali rapia, paku, bambu, ember plastik, dithen M-45, label nama, spidol,polibag/bak perkecambahan, cetok, ayakan diameter 0,5 cm, mistar, termometer dan sebagainya.
3.2. Metode pelaksanaan/rancangan yang digunakan
Percobaan/ praktikum ini disusun secara faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang masing-masing diulang 3 kali dan menggunakan dua factor:
Factor I: macam abu (A), terdiri dari
A0 = tanpa ekstraksi (KONTROL)
A1= abu dapur
A2= abu alang-alang
A3= abu sekam padi/jerami padi
Faktor II : Lama Perendaman (P), terdiri dari :

KELOMPOK I KELOMPOK II
P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selam 4 jam
P2 = Direndam selama 8 jam
P3 = Direndam selam 12 jam
P4 = Direndam selam 16 jam P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selam 6 jam
P2 = Direndam selama 12 jam
P3 = Direndam selam 18 jam
P4 = Direndam selam 24jam
KELOMPOK III KELOMPOK IV
P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selam 10 jam
P2 = Direndam selama 20 jam
P3 = Direndam selam 30 jam
P4 = Direndam selam 40jam P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selam 2 jam
P2 = Direndam selama 8 jam
P3 = Direndam selam 14jam
P4 = Direndam selam 20jaM
KELOMPOK V KELOMPOK VI
P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selam 8 jam
P2 = Direndam selama 16 jam
P3 = Direndam selama 24 jam
P4 = Direndam selama 32 jam
P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selama 3 jam
P2 = Direndam selama 6 jam
P3 = Direndam selama 9 jam
P4 = Direndam selama 12 jam

KELOMPOK VII KELOMPOK VIII
P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selam 5 jam
P2 = Direndam selama 10 jam
P3 = Direndam selama 15 jam
P4 = Direndam selama 20 jam
P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selam 7 jam
P2 = Direndam selama 14 jam
P3 = Direndam selama 21 jam
P4 = Direndam selama 28 jam

KELOMPOK IX KELOMPOK X
P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selama 9 jam
P2 = Direndam selama 18 jam
P3 = Direndam selama 27 jam
P4 = Direndam selam 36 jam P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selama 11 jam
P2 = Direndam selama 22 jam
P3 = Direndam selama 33 jam
P4 = Direndam selama 44 jam
KELOMPOK XI KELOMPOK XII
P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selama 1 jam
P2 = Direndam selama 2 jam
P3 = Direndam selam 3 jam
P4 = Direndam selam 4 jam P0 = tanpa perendaman
P1 = Direndam selama 2 jam
P2 = Direndam selama 4 jam
P3 = Direndam selama 6jam
P4 = Direndam selama 8 jam

Dari dua faktor tersebut diatas maka diperoleh 15 kombinasi perlakuaan, dan jumlah sampel untuk setiap kombinasi perlakuan adalah 3 buah benih.
4. Cara kerja/pelaksanaan pekerjaan
• Menyiapkan bak perkecambahan dari plastik dengan ukuran minimal 30x50cm2 sebanyak 4 buah atau bak perkecambahan dari kayu dengan ukuran 50 x 100cm2.
• Mengisi bak perkecambahan dengan pasir halus yang telah diayak setebal 10-15 cm.
• Meletakkan bak yang telah diisi pasir tersebut dibawah naungan yang telah disiapkan terlebih dahulu, tepatnya dirumah kaca laboratorium agronomi fakultas pertanian universitas bengkulu.
• Menyiapkan benih dan memperlakukan dengan abu
 Ambil buah kopi yang telah masak pada dompolan cabang bagian tengah, kupas kulitnya yang membungkus biji kopi dan hilangkan pulpnya sesuai denagn perlakuaan.
 Dalam memperlakukan benih dengan abu, yaitu : campuran benih dengan abu yang telah diisikan
• Benih yang telah dicuci bersih lalu dilanjutkan dengan perlakuaan perendaman dalam air sesuai dengan perlakuan masing-masing. Dalam memperlakukan perendaman ini, usahakan saat selesainya bersamaan yaitu dengan cara memperlakukan perendaman yang paling lam selanjutnya diikuti dengan perendaman lebih pendek waktunya dari yang sebelumnya.
• Benih yang telah dilakukan, selanjutnya ditanam dalam bak perkecambahan dengan jarak tanam 3 x 2 cm. Petakan masing-masing perlakuaan dalam bak perkecambahan agar diacak, kemudian masing-masing perlakuan agar diberi label untuk memudahkan dalam pengamatan
• Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore, dalam penyiraman agar diperhatikan untuk tidak merubah posisi benih yang telah ditanam tersebut.
• Bersikan tempat perkecamabahan tersebut dari gangguan herba yang tumbuh dengan menggunakan tangan secara hati-hati.
• Amati setiap hari benih yang dikecambahkan tersebut, dan catat apabila ada benih yang berkecambah untuk setiap perlakuan, pengamtan dilakukan sampai batas waktu yang telah ditentukan
• Pada periode perkecambahan amatilah sifat-sifat tanaman seperti
 5 benih berkecambah
 Tinggi kecambah yang dihitung dari pangkal batang sampai ujung daun
 Hitung berat basah masing-masing kecamabah pada masing-masing perlakuan
• Pindahkan kecamabah yng telah ditukar tersebut kedalam polibag ukuran 10-15 cm yang telah diisi dengan media camapuran tanah :pasir:pupuk. Dengan jumlah setiap perlakuan berjumlah 3 kecambah
• Sembilan mingu setelah pemindahan kedalam polibag, amatilah terhadap sifat-sifat tanaman tersebut : tinggi tanaman, jumlah daun
• Lakukan analisis keragaman terhadap pada data pengamtan sub j dan sub l tersebut sesuai dengan rancangan yang ada
• Susunlah laporan sesuai dengan hasil yang diperolah, sesuai dengan petunjuk yang diberikan


BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN ANALISIS

Tinggi kecambah kopi
Perlakuan Rata-rata tinggi kecambah (cm) Total Rata-rata
I II III
Po A1
A2
A3
P1 A1
A2
A3
P2 A1
A2
A3
P3 A1
A2
A3
P4 A1
A2
A3
TOTAL
RATA-RATA
ket : perlakuan = 5, a = 3, U = 2
Tabel bantu P x A
Po P1 P2 P3 P4 Total Rata-rat
A1
A2
A3
Total
Rata-rata

• fk = 56,03
• Jk blok = 15,84
• Jk perlakuan = 18, 52
• Jk A = 1,14
• Jk P = 18,52
• Jk P x A = 11,84
• jk total = 78, 33
• Jk galat = 30, 99

Tabel anava
SR Db Jk Kt F hit F tabel
5 % 1 %
Blok 1 15,84 15,84 7,18* 2,48 3,70
Per 14 31,5 2,25 1,02ns
P 4 18,52 4,63 2,09ns
A 2 1,14 0,57 0,26ns
P x A 8 11,84 1,48 0,67ns
Galat 14 30,99 2,21
Total 29 78,33

Tinggi bibit kopi
Perlakuan Rata-rata tinggi bibit (cm) Total Rata-rata
I II III
Po A1 2 2 4 2
A2 4,5 1 5,5 2,75
A3 1,5 3,2 4,7 2,35
P1 A1 3 8 11 5,5
A2 5 2,5 7,5 3,75
A3 4 3 7 3,5
P2 A1 2 1 3 1,5
A2 4 1 5 2,5
A3 6 4 10 5
P3 A1 2 1,7 3,7 1,85
A2 6 2 8 4
A3 3 1,9 4,9 2,45
P4 A1 5 2 7 3,5
A2 4,2 3,2 7,4 3,7
A3 3 4 7 3,5
TOTAL 55,2 40,5 95,7 47,85
RATA-RATA 3,68 2,7 3,19

Tabel bantu P x A
Po P1 P2 P3 P4 Total Rata-rat
A1 4 11 3 3,7 7 28,7 5,74
A2 5,5 7,5 5 8 7,4 33,4 6,68
A3 4,7 7 10 4,9 7 33,6 6,72
Total 14,2 25,5 18 16,6 21,4 95,7
Rata-rata 4,73 8,5 6 5,53 7,13


• fk = 56,03
• Jk blok = 15,84
• Jk perlakuan = 18, 52
• Jk A = 1,14
• Jk P = 18,52
• Jk P x A = 11,84
• jk total = 78, 33
• Jk galat = 30, 99

Tabel anava
SR Db Jk Kt F hit F tabel
5 % 1 %
Blok 1 7,203 7,203 2,677* 2,48 3,70
Per 14 36,242 2,589 0,963ns
P 4 12,452 3,238 1,204ns
A 2 1,538 0,769 0,286ns
P x A 8 21,752 2,719 1,011ns
Galat 14 37,642 2,689
Total 29 81,087


I. PEMBAHASAN
Berdasarkan data yang kami dapat pada pelaksanaan praktikumkali ini, sebaiknya sebelum dilakuakan proses perkecambahan sebaiknya dilakukan ekstraksi terlebih dahulu. Pada praktikum ini melakukan ekstraksi dengan menggunakan berbagai macam alat ekstraksi musalnya dengan menggunakan abu dapur, abu alang-alang, abu sekam/jerami padi.
Dari data yang kami dapat, bahwa tanaman kami yang kami tanam tidak dapat tumbuh dengan sempurna, karena disisni kami mengakui kurangnya pemeliharaan terhadap tanaman tersrbut, diantaranya kurangnya dialkuakn penyiraman terhadap tanaman tersebut, sehingga tanamannya mengalami pengahambatan pertumbuhan tanaman. Dan pada saat tanaman tersebut sudah mengalami perkecambahan, tanaman tersebut juga mengalami kendala yaitu tanamankurangnya mendapatkan cahaya matahari, dimana kita ketahui bhwa tanaman untuk menjalankan siklus hidup sangat perlu atau sangat membutuhkan cahaya matahari dan pengairan. Apabila tanaman tersebut mengalami kekurangan air dan cahaya matahari maka tanaman tersebut akan mengalami kematian.
Pada praktikum kali ini, selesai dilakuakan ekstraksi maka benih kopi tesebut direndam sesaui dengan lama perendaman yang telaha ditentukan. Pada Tanaman yang kami rawat proses perkecambahan sudah lewat dan pada saat mau memasuki fase pembibitan tanaman kami tidak sempat mengelurakan daun banyak yang disebabkan terhambatnya pembentukan daun pada tanaman kami.
Disini dapat dilihat pada analaisis statitik yang sudah kami lakuakan yaitu, pada taberl anava pada Fhitung blok mendapatkan nilai …… Disini menunjukkan bahwa faktor lingkungan sanagt berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tersebut, maka dari itu pada saat mau melakukan pemeliharaan tanaman maka harus dilakuakan atau mengetahui faktor lingkugan.

II. KESIMPULAN
Dari praktikum yang kami laksanakankan, bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkecambahan adalah faktor lingkungan.



DAFTAR PUSTAKA

Prasetyo, dkk. 2011. Penuntun Praktikum Budidaya Tanaman Tahunan. Program Studi Agronomi. ` UNIB, Bengkulu
Danarti. 2007. Budidaya kopi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Irawan, G. 2003. Kopi tetap jadi andalan eksport. http://agribisnis.deptan.go.id. Download 21 mei 2011.
Nur, A.M. 1994. Penyambungan Sebagai Teknologi Alternatif Konservasi Kopi arabika ke Kopi Robusta. Warta Pusat penelitian Kopi dan Kakao, Jember

Prasetyo, dkk. 1997. Bahan Kuliah Produksi Tanaman Perkebunan I. Fakultas Pertanian UNIB, Bengkulu.

1 comments: