Senin, 06 Desember 2010

Laporan Praktikum Genetika Dasar Reproduksi Sel Mitosis

BAB.I PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori
Reproduksi sel merupakan salah satu dari esensi kehidupan yang mendasar. Proses reproduksi seluler meliputi proses pembelahan inti untuk membentuk inti baru (mitosis), diikuti dengan pembagian sitoplasma (sitokinesis). Proses ini menghasilkan dua inti yang tersipasah dalam sel yang berbeda. Mitosis dan sitokinesis adalah komponen pembelahan sel yang secara keseluruhan disebut reproduksi sel. Dalam mitosis, semua sifat yang terkandung di dalam inti sel secara terekam lengkap pada sel baru. Mitosis terjadi secara aktif pada jaringan meristem yang sedang tumbuh pesat, seperti ujung akar, pucuk, dan tunas. Kecepatan pembelahan sel pada setiap organ-organ berbeda-beda.Tujuan pembelahan mitosis adalah mewariskan semua sifat induk kepada kedua sel anaknya dan berperan penting dalam proses-proses biologis, seperti pertumbuhan, penggantian sel-sel yang rusak, dan perbaikan jaringan.(Dotty Suryati. 2008)
Dalam bidang genetika, mitosis adalah proses yang menghasilkan dua sel anak yang identik. Mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti dari sel somatic secara berturut-turut. Proses ini terjadi secara bersama-sama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan diluar inti sel ( sitokinesis ). Proses ini memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan hamper semua organisme.( L.V Crowder. 1997)
Mitosis berlangsung dalam beberapa fase, diantaranya:
1) Interfase pada fase ini sel siap untuk melakukan pembelahan,tetapi belum memperlihatkan kegiatan membelah.
2) Profase pada fase ini benang-benang kromatin makin menjadi pendek sehingga menjadi tebal..
3) Metafase pada fase ini kromosom-kromosom menempatkan diri di bidang tengah sel.
4) Anafase pada tahap ini sentromer membelah dan dua buah kromatid memisahkan diri dan bergerak menuju ke kutub sel yang berlawanan.
5) Telofase pada fase ini di tiap kutub sel sudah terbentuk kromosom yang identik.
Pada proses mitosis dari tiap induk yang diploid (2n) menghasilkan dua buah sel anakan yang masing-masing tetap diploid. ( Suryo. 2001 )

1.2 Tujuan Pratikum
 Mengamati tahapan yang ada dalam proses mitosis
 Memahami fungsi asetokarmin untuk mengamati proses mitosis
 Membandingkan dan mendiskusikan perbedaan setiap fase yang ada pada proses mitosis.



BAB.II BAHAN DAN METODE PRATIKUM

2.1 Bahan dan alat yang digunakan dalam pratikum:

 Mikroskop
 Ujung akar bawang merah
 Gelas pengamat
 Gelas objek
 Gelas penetup
 Jarum pengiris
 Skalpel
 Forset
 Pewarna asetokarmin
 Larutan 1M HCl
 Larutan 70% dan 96% alkohol


2.2 Cara kerja:
1) Meneteskan larutan HCl 1M di atas gelas pengamat secukupnya.
2) Meletakkan potongan ujung akar yang sudah lunak tersebut dan memindahkan ke gelas objek yang sebelumnya telah ditetesi dengan asetokarmin.
3) Mencacah potongan akar yang ada dala asetokarmin tersebut dengan scalpel sampai halus. Perlu diingat, waktu mencacah jangan sampai terputus akarnya, tetapi dipipihkan saja dengan ujung scalpel.
4) Menutup gelas objek dengan gelas penutup.
5) Melewatkan gelas objek tersebut di atas api alkohol, jangan sampai mendidih. Kemudian membalik slide tersebut, meletakan di atas tissue dan menekan agak keras dengan menggunakan ibu jari. Hal ini akan meratakan sel-sel dan memencarkan jaringan sehingga memungkinkan untuk diamati di bawah mikroskop.
6) Meneteskan di atas gelas penutup minyak amerson untuk memperjelas pengamatan.
7) Mengamati objek tersebut dibawah mikroskop. Menggunakan pembesaran rendah (10x) dahulu, kemudian pembesaran tinggi (40x), dan pembesaran paling tinggi (100x)
8) Menggambar fase-fase mitosis yang dapat ditemukan. Mencocokkan pada fase-fase mitosis yang ada pada preparat yang telah disediakan atau dengan bagan yang sudah ada.


BAB.III HASIL PENGAMATAN

hasil Pengamatan dibuat sendiri ya?




BAB.IV PEMBAHASAN

Dari hasil pengamatan yang dilakukan hanya didapat pada fase profase, ini dapat terjadi karena baik kesalahan praktikan maupun alat yang digunakan sudah tidak dapat digunakan semaksimal mungkin. Kesalahan praktikan mungkin yakni akar bawang merah yang digunakan kurang tipis d Selanjutnya file dapat didownload DISINI

3 comments: