Selasa, 05 Februari 2013

LAPORAN PRAKTIKUM KEWIRAUSAHAAN ACARA IV dan V KETERAMPILAN IPTEK ( ANALISIS USAHA PEMBUATAN SUSU KEDELAI UNTUK 10 KG)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama.Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18). Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Pada praktikum yang berjudul KETERAMPILAN IPTEK INI dengan membuat susu kedelai dan serta menganalisis usaha ini adalah salah satu bentuk kegiataan kewirausahaan. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumberdaya alam berupa lahan yang relatif cukup luas dan subur. Dengan iklim, suhu dan kelembaban yang cocok untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman pangan pokok, maka hampir seluruh tanaman pangan pokok tersebut (biji-bijian, umbi-umbian dan kacang-kacangan asli Indonesia) dapat tumbuh dengan relatif baik. Salah satu jenis tanaman pangan yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah tanaman kedelai (Glysine max (L) Merril).Dalam kehidupan masyarakat kita, kedelai telah dikenal sejak lama sebagai salah satu tanaman sumber protein nabati dengan kandungan 39% – 41% yang diolah menjadi bahan makanan, minuman serta penyedap cita rasa makanan, misalnya yang sudah sangat terkenal adalah tempe, kecap, tauco dan tauge. Bahkan diolah secara modern menjadi susu dan minuman sari kedelai yang dikemas dalam karton khusus atau botolan. Selain itu kedelai juga berperan penting dalam beberapa kegiatan industri hingga peternakan. Sebagai bahan makanan kedelai sangat berkhasiat bagi pertumbuhan dan menjaga kondisi sel-sel tubuh. Kedelai banyak mengandung unsur dan zat-zat makanan penting seperti protein, lemak, karbohidrat dan sebagainya. Selain bijinya, dari tanaman kedelai ini beberapa bagian dari tanaman juga berguna untuk usaha peternakan, misalnya dari daun dan batangnya dapat digunakan untuk makanan ternak dan pupuk hijau. Sedangkan dari kacang kedelainya, selain untuk bahan baku seperti telah disebutkan di atas, juga dapat dikembangkan beberapa cabang yang dapat diolah lebih lanjut. Untuk cabang “protein kedelai” dapat diolah menjadi bahan industri makanan (seperti susu, vetsin, kue, dll) dan industri non-makanan (seperti kertas, cat air, tinta cetak dll). 1.2. Tujuan praktikum Memberikan keterampilan dan iptek serta melaksanakan lansung cara pembuatan susu kedelai yang siap saji sehingga dengan harapan bisa memotivasi untuk mejadikan susu kedelai menjadi sebuah peluang usaha. BAB II TIJAUAN PUSTAKA Kedelai merupakan salah satu mata dagangan yang pasokannya di Indonesia semakin cenderung tidak dapat dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri sendiri. Sekalipun dapat ditanam dengan cara yang paling sederhana sekalipun, produktivitas dan produksinya dalam negeri hampir tidak mungkin dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat.Oleh karena itu, dalam dekade terakhir, untuk dapat memenuhi permintaan nasional yang cenderung terus meningkat, untuk tahun 1989 impor kedelainya masih di bawah 400.000 ton. Sedangkan pada tahun 1996, impor melonjak menjadi mendekati 800.000 ton, suatu peningkatan sebesar 100%. Besarnya angka impor tersebut merupakan salah satu indikator betapa besar kebutuhan kedelai untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Kegunaan kedelai untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah untuk memasok kebutuhan pokok berbagai jenis produk olahan. (http://5martconsultingbandung.blogspot.com/2010/10/pengertia.kedelai.html). Dengan memahami betapa besarnya kebutuhan kedelai untuk pasokan industri yang menghasilkan bahan pangan bagi sebagian besar penduduk Indonesia tersebut di satu sisi, sedangkan disisi lain impor cenderung meningkat, maka dalam kondisi perekonomian seperti saat-saat ini, berbagai upaya yang dapat mengarah kepada memproduksikan kedelai dalam negeri secara optimal agar negara dapat memperkecil kedelai impor, merupakan momentum yang teapt untuk menggerakan masyarakat apakah dari kalangan perbankan, perusahaan besar selaku mitra, kalangan petani, instansi terkait, dan instansi lainnya, untuk menyatu dalam suatu pelaksanaan proyek dalam rangka meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. (http://5martconsultingbandung.blogspot.com/2010/10/pengertia.kedelai.html). Dalam kehidupan masyarakat kita, kedelai telah dikenal sejak lama sebagai salah satu tanaman sumber protein nabati dengan kandungan 39% – 41% yang diolah menjadi bahan makanan, minuman serta penyedap cita rasa makanan, misalnya yang sudah sangat terkenal adalah tempe, kecap, tauco dan tauge. Bahkan diolah secara modern menjadi susu dan minuman sari kedelai yang dikemas dalam karton khusus atau botolan. Selain itu kedelai juga berperan penting dalam beberapa kegiatan industri hingga peternakan. Sebagai bahan makanan kedelai sangat berkhasiat bagi pertumbuhan dan menjaga kondisi sel-sel tubuh. Kedelai banyak mengandung unsur dan zat-zat makanan penting seperti protein, lemak, karbohidrat dan sebagainya. Selain bijinya, dari tanaman kedelai ini beberapa bagian dari tanaman juga berguna untuk usaha peternakan, misalnya dari daun dan batangnya dapat digunakan untuk makanan ternak dan pupuk hijau. Sedangkan dari kacang kedelainya, selain untuk bahan baku seperti telah disebutkan di atas, juga dapat dikembangkan beberapa cabang yang dapat diolah lebih lanjut. Untuk cabang “protein kedelai” dapat diolah menjadi bahan industri makanan (seperti susu, vetsin, kue, dll) dan industri non-makanan (seperti kertas, cat air, tinta cetak dll). Selanjutnya dari cabang “minyak kedelai” dapat digunakan sebagai bahan Gliserida (seperti minyak goreng, margarin, tinta, pernis, dll) dan sebagai bahan Lecithin (seperti margarine, insektisida, plastik, industri farmasi dll). Dengan demikian, tampak bahwa tanaman kedelai memiliki manfaat ekonomis yang luas dan strategis, sekaligus berkaitan erat bagi pengembangan industri hilir. Oleh karena itu, dapat dimengerti apabila kebutuhan kedelai di dalam negeri sangat besar, bahkan untuk memenuhi permintaan ini dati tahun ke tahun impor kedelai cenderung meningkat. (http://5martconsultingbandung.blogspot.com/2010/10/kasiat.kedelai.html). Selain impor meningkat karena meningkatnya permintaan di dalam negeri, ternyata produksi kedelai Indonesia juga masih relatif sangat rendah. Rendahnya produksi dalam negeri diakibatkan dari produktivitasnya yang ren-dah pula, yakni hanya berkisar 1-1,5 ton per Ha. Hal ini disadari merupakan suatu akibat dari cara budidayanya yang belum intensif, serta faktor internal petani yang belum menguasai peramalan produksi dan penguasaan informasi pasar. Secara teknis upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman kedelai sudah tentu harus mengubah pola tanam yang belum intensif menjadi pola tanam intensif. Hal tersebut dilaksanakan dengan cara lebih memantapkan penataan yang meliputi perbaikan serta penyempurnaan dalam penerapan teknologi pada setiap siklus produksi, yang dimulai dari : Proses persiapan dan pembuatan serta penyediaan pembenihan kedelai yang unggul. • Persiapan lahan budidaya. • Penerapan teknologi penanaman. • Pemeliharaan tanaman. • Proses pemanenan. • Proses penanganan hasil. Distribusi dan pemasaran hasil. (http://5martconsultingbandung.blogspot.com/2010/10/pengertia.kedelai.html). Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha : (1) Tahap memulai, tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri / manufaktur / produksi atau jasa. (2) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap "jalan", tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi. (3) Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi (4) Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil. Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3), proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai,pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasiberkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan, organisasi dan keluarga (Suryana, 2001 : 34). http://westaction.org/definitions/def_entrepreneurship_1.html ( diakses pada tgl 14 maret 2011 ,jam 20.32). BAB III BAHAN dan METODELOGI 3.1. Bahan dan Alat Bahan dan Alat yang digunakan yaitu : biji kedelai sesuai dengan kebutuhan, gula, garam, perasa, gas, cup, dan peralatan yang lainnya yang dibutuhkan. 3.2. Metodelogi Praktikum • Bersihkan kulit kedelai • Kemudian kedelai di blender sampai halus • Kedelai disaring untuk mendapatkan sari kedelai • Kemudian dicampur gula, perasa, dan garam secukupnya kemudian di panaskan dengan kompor. BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN 4.1. Hasil Praktikum A. Analisis Usaha pada waktu praktikum yaitu ½ kg kedelai Ketentuan harga barang dan alat yaitu sebagai berikut : 1. 1kg kedelai yaitu Rp. 8000 2. 1 kg gula pasir Rp. 12000 3. Air gallon 5 liter Rp. 2000 ( untuk ½ kg kedelai) 4. Garam / pasta Rp. 200 ( untuk ½ kg kedelai) 5. Cup Rp. 25 buah ( untuk ½ kg kedelai) 6. Susut alat Rp. 500 ( untuk ½ kg kedelai) 7. Gas Rp. 2000 Adapun analisis usaha untuk ½ kg kedelai adalah pada table berikut : NO Pengeluaran / kebutuhan Harga satuan / rincian Jumlah (Rp) 1. 2. 3. Biaya produksi ½ kg kedelai ½ gula pasir Air gallon Garam/ pasta Peralatan Cup Gas Penyusutan ½ kg x 8000 ½ kg x 12000 Untuk ½ kg kedelai butuh 5 liter air Untuk ½ kg kedelai butuh Rp.200 Untuk ½ kg sebanyak 25 buah x 250 Butuh gas untuk ½ kg kedelai Rp.2000 Untuk ½ kg kedelai Rp. 500 4000 6000 2000 200 6250 2000 500 TOTAL PENGELUARAN 20950 NO Pemasukan Harga satuan / rincian Jumlah (Rp) 1. 25 cup susu kedelai 25 cup x Rp. 1500 37500 keuntungan : pemasukan – seluruh biaya pengeluaran = 37500 – 20950 = 16550 untuk ½ kg kedelai B. Analisis Usaha untuk 10 kg kedelai Adapun analisis usaha untuk 10 kg kedelai adalah pada table berikut : NO Pengeluaran Harga satuan/rincian jumlah 1 2. 3. Biaya produksi 10 kg kedelai 10 gula pasir Air gallon Garam/ pasta Peralatan Cup Gas Penyusutan Untuk 10 kg = 10 x 8000 = 80000 10 kg gula = 10 x 12000 = 120000 ½ kg = 2000 untuk 10 kg = 2000 x 20 = 40000 ½ kg = 200, untuk 10 kg = 200 x 20 = 4000 1 buah Rp. 250. Untuk ½ kg sebanyak 25 cup, untuk 10 kg 25 x 20 = 500 cup 500 x250= Gas untuk ½ kg =2000, untuk 10 kg = 2000 x 20 = 40000 Untuk ½ kg = 500, untuk 10 kg =500 x 20= 10000 80000 120000 40000 4000 125000 40000 10000 TOTAL PENGELUARAN 419000 NO Pemasukan Harga satuan / rincian Jumlah (Rp) 1. 500 cup susu kedelai untuk 10 kg 500 x 1500 = 750000 750000 Keuntungan = pemasukan – total biaya = 750000 – 419000 = Rp. 331000. Jadi keuntungan untuk 10 kg kedelai yaitu 331000 4.2. pembahasan Dari praktikum ini dapat dibahas kan bahwa pada pembuatan ½ kg kedelai untuk membuat susu kedelai mendapatkan hasil 25 cup susu kedelai, dapat dilihat modal total untuk pembuatan ½ kg kedelai yaitu Rp. 20950, sedangkan hasil dari penjualan 25 cup itu, sesuai dengan pasaran untuk satu buah cup susu kedelai dijual seharga Rp. 1500, jadi hasil penjualan untuk 25 cup susu kedelai yaitu 25 x 1500 = 37500. Dari hasil praktikum ini dapat kita bayangkan begitu besar peluang usaha untuk dan hasil usaha dari setengah kilo gram kedelai saja. Pada dasarnya porspek akan keutuhan kedelai umumnya di Indonesia sangat tinggi, karena selain bisa dijadikan berbagai bentuk hasil produksi seperti minuman, makanan, dan juga sebagainya , kedelai juga memiliki gizi yang bagus untuk kesehatan tubuh manusia. Sebagai bahan makanan kedelai sangat berkhasiat bagi pertumbuhan dan menjaga kondisi sel-sel tubuh. Kedelai banyak mengandung unsur dan zat-zat makanan penting seperti protein, lemak, karbohidrat dan sebagainya. Selain bijinya, dari tanaman kedelai ini beberapa bagian dari tanaman juga berguna untuk usaha peternakan, misalnya dari daun dan batangnya dapat digunakan untuk makanan ternak dan pupuk hijau. Nilai nutrisi yang terkandung dalam susu kedelai antara lain : 1. 38% Protein nabati (protein kedelai) 2. 18% Lemak tak jenuh 3. 15% Serat 4. 15% Karbohidrat 5. Mineral lainnya seperti : - Kalsium yang sangat berguna untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang - Isoflavon yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan mencegah kanker - Lecithin membantu meningkatkan daya ingat dan mencegh terjadinya penyakit Alzheimer's 6. Vitamin seperti Vitamin D, Vitamin E dan Vitamin B Dari hasil ½ kg kedelai saja di buat menjadi susu dan susu itu dijual kemudian kita analisi usahanya maka dari hasil penjualan tersebut kita mendapatkan keuntungan bersih untuk ½ kg kedelai yaitu lebih kurang Rp.16650. Kami juga membuat analisa usaha jika kami membuat 10 kg kedelai, hasilnya dapat dilihat pada hasil praktikum, jumlah total produksi yang dikeluarkan untuk membuat 10 kg bahan kedelai menjadi susu kedelai yaitu Rp. 419000 dengan memperhitungkan seluruh factor produksi yang mempengaruhi. Setelah di buat kami mendapatkan lebih kurang 500 cup susu kedelai, sehingga kalau di jual maka 500 x 1500 maka hasil dari penjualan untuk 10 kg kedelai akan mendapatkan hasil penjualan sebesar 750000. Dari analisa ini berarti hasil penjualan dari susu kedelai hasil nya cukup menjanjikan untuk dibuatkan sebuah usaha. Untuk 10 kg kedelai saja kita mendapatkan keuntungan lebih kurang Rp.331000, bagaimana jika kita membuat lebih dari 10 kg berarti akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Agar penjualan lebih lancer dan cepat laku maka kita sebagai pengusaha akan lebih berpikir bagaimana agar usaha kita lancer pemasarannya, hal ini tergantung kepada kita seperti dengan membuat susu kedelai yang mempunyai cita rasa yang enak agar pembeli tertarik, untuk menentukan hal itu kita sebagai pengusaha harus paham selera konsumen. Analisis usaha ini bertujuan untuk mengetahui berapa modal yang pengusaha keluarkan untuk modal usaha kemudian di bandingkan dengan pemasukan yang diperoleh apakah kita mengalami keuntungan ataukah kerugian di dalam usaha kita, untuk mengitung analisis usaha ini maka hitung lah mulai dari modal yang paling kecil, seperti tenaga, peralatan dll, karena di dalam usaha itu semua harus di perhitungkan agar kita tahu keuntungan bersih yang kita peroleh dari usaha yang kita jalani. BAB V KESIMPULAN dan SARAN 5.1. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat kita petik dalam praktikum ini sebagai berikut. • Susu kedelai adalah usaha yang memiliki porspek usaha yang bagus di daerah kita, hal ini karena selain dapat mudah mengambil bahan mentah nya juga kebutuhan akan masyarakat pada kedelai juga cukup tinggi karena selain bisa di buat menjadi beragam aneka makanan , kedelai juga mempunya gizi yang baik untuk kebutuhan manusia. • Susu kedelai dapat meningkatkan ekonomi rakyat karna keuntungan nya sangat luar biasa sekali • Financial suatu usaha dapat dihitung dengan analisa usaha karna di sanalah kita bisa mengetahui untung atau ruginya suatu usaha. 5.2. Saran • Kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan dalam pengembangan produk apau yang ingin kita kemmbangkan. • Gunakan metode analisis usaha agar tahu besar kerugian dan keuntungan dalam berusaha yang kita perolehkan. • Hitunglah analisi usaha mulai dari kegiatan yang terkecil, seperti tenaga, walaupun hanya tenaga tetapi tenaga itu adalah sebuah modal maka wajib kita hitungkan. Daftar Pustaka Inoriah entang, dkk, 2011. Penuntun Praktikum kewirauhsahaan. Universitas Bengkulu : Bengkulu

0 comments:

Posting Komentar