Sabtu, 08 Januari 2011

laporan praktikum Fisiologi Tumbuhan Kurva Sigmoid dari Pertumbuhan Tanaman

I. TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan : Membuat kurva pertumbuhan tanaman (dalam hal ini daun) dengan membandingkan
dengan waktu tumbuh dalam hari.

II. BAHAN DAN ALAT
Bahan :
Kecambah Vigna sinensis.

Alat :
Penggaris, dan
Pisau silet.
III. CARA KERJA

1. Mengambil 10 biji Vigna sinensis kering dan kecambahnya yang berumur 1,2 dan 3 hari, kemudian dibelah dengan pisau silet.
2. Daun lembaganya diukur dan dihitung nilai rata-ratanya dari masing-masing kelompok.
3. Untuk tanaman dalam pot yang berumur 4 hari diadakan pengamatan panjang daun pertamanya termasuk tangkai daunnya sebanyak 2 pot. Tiap pot masing-masing 10 tanaman.
4. Satu pot ditaruh ditempat yang langsung terkena cahaya matahari dan pot yang alain ditaruh di dalam kamar.
5. Melakukan pengamatan pada hari ke 5, 7, 9,dan 11
6. Panjang daun tiap pengamatan di rata-rata dan dibuat grafik yang menggambarkan hubungan panjang dan waktu.

IV. TINJAUAN PUSTAKA

Bila dormansi berakhir dengan adanya imbibisi air dan pada keadaan tertentu dengan hilangnya inhibitor biji kembali dengan pusat aktifitas metabolisme yang tinggi. Sel-sel dalam embrio membesar dan organel-organel subseluler membesar. Pada beberapa tumbuhan aktifitas sitokinin dan giberilin meningkat dengan cepat segera setelah embrio menjadi turgit kembali. Selama proses pemunculan kecambah sel-sel dalam akar dan batang membesar dan memanjang terutama dengan pengambilan air, sintesa protein juga sedikit. Faktor perkembangan ini didorong oleh IAA, sedangkan giberilin yang memberi andil dalam fase ini. Rangsangan interval yang normal menyebabkan terjadinya kerja auksin yang mempengaruhi perkembangan pucuk.
Daun pada tanaman tingkat tinggi merupakan alat fotosintesis yang pokok, lembaran daun biasanya merupakan ambeien pipih dari batang yang tersusun sedemikian rupa sehingga memberikan suatu permukaan yang luas untuk absorpsi cahaya secara efisien dan biasanya melekat pada batang dengan tangkai/ petiole, yang kadang-kadang berupa stipule. Dedaunan dapat mengandung struktur sekresi seperti kelenjar sekresi. Banyak dalam tanaman terutama yang berasal dari daereah trofik lembab air dapat dibuang melalui lubang-lubang kecil pada epidermis yang sering terdapat di ujung daun.
Daun pada tanaman tinggi merupakan alat fotosintesis yang pokok. Mengingat ketergantungan tumbuhan hijau terhadap cahaya tidaklah mengherankan jika cahaya merupajkan perangsang luar yang paling utama dalam hidup tumbuhan, beberapa respons tumbuhan terhadap intensitas cahaya berbeda-beda adalah dilakukan auksin pada keadaan cahaya yang terik sebagai contoh tumbuhan yang tumbuh terhadap intensitas cahaya yang tumbuh dalam gelap atau cahaya lemah akan mempunyai batang yang panjang dengan ruas yang panjang dan lebih besar dari tumbuhan ayng mendapat cahaya terang. Demikian juga pada suatu tanaman, daun yang terluar yang mendapat cahaya matahari penuh tinggal lebih kecil dari pada daun sebuah sebelah dalam yang terlindungi.
Bila tumbuhan berada dalam cahaya yang lemah, ia akan mengalami etiolasi, yaitu batangnya menjadi sangat panjang tanpa jaringan serabut penyokong yang sama/ cukup, dengan daun keputih-putihan sedikit khlorofil. Jika intensitas cahaya tidak naik kematian akan terjadi sebaiknya penyinaran yang berlebihan akan menimbulkan tanaman yang kerdil dan perkembangan normal yang akhirnya akan mati juga.


V. HASIL PENGAMATAN

Kering Panjang Kotiledon
Biji kering 1 hari 2 hari 3 hari
0,4 0,6 0,5 0,5
0,3 0,4 0,5 0,6
0,3 0,3 0,6 0,6
0,4 0,6 0,4 0,5
0,3 0,3 0,5 0,5
0,4 0,5 0,6 0,4
0,3 0,3 0,4 0,5
0,3 0,4 0,3 0,5
0,3 0,3 0,4 0,4
0,3 0,5 0,4 0,5

Rata-rata = 0,3
Rata-rata = 0,42
Rata-rata = 0,45
Rata-rata = 0,49


VI. PEMBAHASAN

Pada hasil pengamatan dari kelompok 3 yang mendapatkan bahwa panjang daun lembaga dari hari 1 sampai hari ke 3 dari rata-rata mencapai 0,3 cm sampai 0,49 cm memperlihatkan pertumbuhan yang terus-menerus sampai batas-batas tertentu, hal ini merupakan akibat adanya imbibisi air sehingga aktifitas metabolisme membesar dan sel-sel embrio membesar.
Dari meletakkan kecambah vigna sinensis pada tempat yang berbeda akan menghasilkan atau memperlihatkan panjang daun yang berbeda pula. Untuk kecambah yang diletakkan pada tempat yang keadaan gelap memperlihatkan angka yang lebih kecil dari pada yang diletakkan pada tempat yang kondisi terang.
Hal seperti Ini membuktikan bahwa pertumbuhan yang diletakkan pada tempat terang tersebut cukup menunjang pertumbuhan perkecambahan, dengan kata lain cahaya yang mengenai tanaman tidak terlampau berlebihan atau kekurangan. Sehingga pertumbuhan kecambah tersebut berjalan dengan baik. Selain dari cahaya juga faktor-faktor tumbuh yang lain terpenuhi.
Pada kecambah yang diletakkan di tempat yang keadaan gelap memperlihatkan angka yang lebih kecil dari tempat yang kondisi terang, Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor tumbuh yang kurang mendukung dalam pertumbuhan, salah satunya adalah cahaya. Padahal cahaya sangat diperlukan dalam memecah air yang diserap oleh tanaman. Karena tanaman tanpa khlorofil (sedikit khlorofil) maka tidak dapat mempergunakan cahaya yang datang, sehingga kekurangan energi untuk pertumbuhan oleh tanaman menimbulkan kelayuan bahkan tanaman dapat mati.
Pengaruh suhu juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kecambah Vigna sinensis dalam kondisi lingkungan yang terlalu extrim sangat tidak baik dalam mendukung perkembangan kecambah, dan suhu yang baik diperoleh kecambah sebaiknya lebih kurang dari 270C karena suhu sudah seperti suhu ruangan yang normal.
VII. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil data dan perhitungan data serta pembahasan dia atas maka dapat praktikan simpulkan bahwa :
Pemanjangan daun pada kecambah baik ditempat yang terang maupun ditempat gelap, mula-mula secara berangsur-angsur, selanjutnya setelah mencapai batas tertentu kecepatannya bertambah (optimum). Kemudian kembali lagi berangsur-angsur samapi batas maksimum pertumbuhan daun.
Pertumbuhan daun sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain : cahaya, suhu dan lain-lain.
Tanaman yang diletakkan pada tempat yang kurang optimum dalam memberikan cahaya untuk perkecambahan menghasilkan tanaman yang lebih pendek dari yang cukup cahaya.
Tanaman yang ditempatkan terus-menerus kekurangan cahaya atau berlebihan cahaya akan mengalamai kematian dalam waktu tertentu.

B. Saran
 Dalam melaksanakan praktikum, praktikan harus berhati-hati dan teliti.
 Diharapkan tersedia lat-alat praktikum yang lebih lengkap agar praktikum berjalan lancar dan data yang diperoleh lebih akurat.




VIII. DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2007. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Fisiologi Tanaman. Fakultas Pertanian
Universitas Bengkulu. Bengkulu.
Ismadi, M. H. 1993. Biokimia Umum. Gadjah Mada Press Yogyakarta.
Lakitan Benyamin. 2004. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Loveless, AR. 2002. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Daerah Tropik. Jakarta : PT. Gramedia.
Salibury. B, dan Cleon W. 2001. Ross. Fisiologi Tumbuhan. Bandung : ITB.
Tim Pengasuh Praktikum Fisiologi Tumbuhan. 2009. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Fakultas Pertanian Universits Bengulu. Bengkulu.

0 comments:

Poskan Komentar